MUSIM TELAH BERGANTI

alas.desa.id// Sabtu, 2 Desember 2017 Musim telah berganti. Musim kemarau telah berlalu dan musim hujan telah tibah. Ibu Margareta (Sekdes Alas) bersama masyarakat bekerja secara berkelompok, menanam jagung dan pembuatan pagar di kebun miliknya yang berada di Desa Alas Selatan, di seputaran Wilayah Haeain. Sebelum melakukan aktifitas atau penanaman jagung dan pembuatan pagar dsb, dilakukan penyembahan kepada tuan tanah yang ada pada kebun tersebut, dengan membunuh babi dan mempercikkan darahnya pada nyiru atau tanasak yang sudah terisi dengan sirih pinang yang sudah di tempatkan di Foho atau Taroman (tempat bersemayam tuan tanah). Tradisi ini merupakan turun temurun dari nenek moyang mereka.

Tradisi ini dilakukan, agar tanaman yang di tanam tidak boleh diserang hama atau penyakit, apabila tradisi ini tidak dilakukan maka akan terjadi penyerangan hama atau penyakit pada tanaman tersebut sepanjang musim (kata Om Domi N) yang tau tentang hal sakral tersebut.

Tradisi ini harus di lestarikan dan di kembangkan oleh anak cucu atau generasi, jangan hilang karena diterpanya arus gelombang zaman sekarang, tetapi tetap dipertahankan karena ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak dahulu kalah dan diturunkan dari nenek moyang. Vmali

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*